Pengertian Asuransi Secara Umum

Pengertian Asuransi Secara Umum

Hidup penuh dengan resiko yang terduga , Sebagian peristiwa alam yang berlangsung pada tahun-tahun akhir-akhir ini banyak menimbulkan dan mengakibatkan korban, baik korban jiwa ataupun harta, oleh karena itu kita butuh mengerti perihal asuransi. Dan ini mengingatkan kita bakal pentingnya asuransi.  Untuk tiap-tiap anggota penduduk terhitung dunia usaha, resiko  untuk alami ketidakberuntungan seperti ini senantiasa ada. Dalam rencana menangani kerugian yang timbul, manusia meningkatkan mekanisme yang waktu ini kita kenal untuk asuransi. Sebelum pembaca mengambil sebuah produk asuransi , pembaca harus mengerti dulu tentang Pengertian Asuransi Secara Umum  . Asuransi yang dalam bhs inggris datang dari kata ‘Insurance’ yaitu suatu kesepakatan di mana kita membayarkan uang pada suatu perusahaan serta perusahaan itu bakal menbayarkan uang untuk tanggungan pada kita , jika kita alami kecelakaan atau kemalangan. Jadi Asuransi yaitu satu alat untuk kurangi resiko keuangan . Manfaat utama dari asuransi yaitu untuk mekanisme untuk mengalihkan resiko , yakni mengalihkan resiko  dari satu pihak (tertanggung) pada pihak lain (penanggung). Pengalihan resiko  ini tak artinya menyingkirkan resiko  misfortune, tetapi pihak penanggung sediakan pengamanan finansial dan ketenangan untuk tertanggung. Untuk imbalannya, tertanggung membayarkan premi dalam jumlah yang benar-benar kecil apabila dibanding dengan potensi kerugian yang barangkali dideritanya.

Pada prinsipnya, polis asuransi yaitu satu kontrak yaitu satu kesepakatan yang sah pada penanggung (dalam hal semacam ini perusahaan asuransi) dengan tertanggung, di mana pihak penanggung bersedia memikul beberapa kerugian yang barangkali timbul dimasa yang akan tiba dengan imbalan pembayaran (premi) spesifik dari tertanggung. Menurut Undang-Undang No. 2 Th. 1992, yang disebut dengan asuransi atau pertanggungan yaitu kesepakatan pada dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri pada tertanggung, dengan terima premi asuransi untuk berikan pergantian pada tertanggung lantaran kerugian, rusaknya atau kehilangan keuntungan yang diinginkan, atau tanggung jawab hukum pada pihak ketiga yang barangkali bakal terkena tertanggung, yang timbul dari satu momen yg tidak pasti, atau untuk berikan satu pembayaran yang didasarkan atas wafat atau hidupnya seorang yang dipertanggungkan.

Supaya satu kerugian atau peristiwa atau kecelakaan mungkin bisa diasuransikan (insurable) maka mesti mempunyai karakteristik sebagai berikut

1.            terjadinya kerugian memiliki kandungan ketidakpastian

2.            kerugian mesti dibatasi

3.            kerugian mesti penting

4.            rasio kerugian bisa terprediksi dan

5.            kerugian tak berbentuk katastropis (bencana) untuk penanggung.

Timbul Sebuah pertanyaan , apakah kematian yaitu suatu hal yang pasti, kenapa dapat diasuransikan? Walau adalah suatu hal yang memiliki kandungan kepastian, tetapi kapan tepatnya waktu kematian seorang ada di luar kendali orang tsb. Hingga waktu terjadinya momen kematian yang benar-benar memiliki kandungan ketidakpastian inilah yang menyebabkannya insurable.

Ada dua wujud kesepakatan dalam mengambil keputusan jumlah pembayaran pada waktu jatuh tempo asuransi yakni : kontrak nilai (valued contract) serta kontrak indemnitas (contract of indemnity). Kontrak nilai yaitu kesepakatan di mana jumlah pembayarannya sudah diputuskan dimuka. Contoh, nilai Uang Pertanggungan pada asuransi jiwa. Kontrak indemnitas yaitu kesepakatan yang jumlah santunannya didasarkan atas jumlah kerugian finansial yang sebenarnya. Contoh, biaya untuk perawatan rumah sakit. Dalam hal perusahaan Asuransi berupaya memperkecil risiko  kerugian yang fatal/besar, maka bisa mengalihkan resiko  pada perusahaan asuransi lain. Hal semacam ini dimaksud reasuransi ; perusahaan yang terima reasuransi diberi nama reasuradur.

Tak hanya ke lima karakteristik di atas, sebelum saat bisa diasuransikan, maka perusahaan asuransi mesti memperhitungkan insurable interest serta anti seleksi. Insurable interest terkait dengan jalinan pada tertanggung dengan penerima santunan / faedah – dalam hal berlangsung kerugian mungkin. Perumpamaan, perusahaan asuransi tak lagi jual polis asuransi kebakaran pada pihak tak hanya yang memiliki gedung yang diasuransikan. Insurable interest dlm perumpamaan ini yaitu kepemilikan thd suatu hal yang diasuransikan. Begitupun jalinan keluarga, keterikatan financial yang beralasan, juga adalah wujud insurable interest. Yang disebut anti seleksi (kontra seleksi) merujuk pada ada kecenderungan semakin besar untuk turut asuransi lantaran mempunyai tingkat resiko  di atas rata-rata. Perumpamaan, orang yang mempunyai catatan kesehatan jelek atau resiko  pekerjaan beresiko condong ingin beli asuransi. Untuk kurangi disebabkan anti seleksi, perusahaan asuransi mesti bisa mengidentifikasi serta mengklasifikasi potensi resiko  atau kerugian. Sistem identifikasi serta klasifikasi tingkat resiko  itu dimaksud underwriting atau seleksi resiko . Tetapi bukan hanya artinya anti seleksi mengakibatkan mengajukan asuransinya tidak diterima, lantaran untuk tertanggung dengan resiko  kerugian di atas rata-rata bisa dikenakan premi sub standard (premi spesial) dikarenakan resikonya sub standard (resiko  spesial) kecuali bila resiko  kerugiannya tambah lebih tinggi, barangkali permintaan asuransinya tidak diterima.

Demikian informasi mengenai Pengertian Asuransi Secara Umum , mungkin banyak kekurangannya. Salam Sehat Sejahtera .

Agentasuransiprudential.com – Pengertian Asuransi Secara Umum

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply